Beranda Destinasi Luweng Ombo Goa Vertikal Dengan Kedalaman 150M

Luweng Ombo Goa Vertikal Dengan Kedalaman 150M

123
0
BERBAGI

Luweng ombo ini merupakan sebuah goa vertikal yang secara geografis berada di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Luweng Ombo sendiri merupakan goa single pitch yang berbentuk pothole dengan diameter ± 50 meter dan kedalaman vertikal ± 130 meter.  Dasar goa ini tidak datar seperti yang terlihat dari mulut di atas, dan tanaman yang terlihat seperti rumput ternyata adalah pohon – pohon setinggi kira-kira 1,5 meter.

 

Terbentuknya Luweng Ombo jika ditinjau dari Speleologi (ilmu yang mempelajari tentang gua), terjadi karena Collapse Sink, yaitu runtuhnya atap gua karena erosi pada dinding batu kapur akibat proses kimiawi. Teori ini bisa dibuktikan dengan adanya material runtuhan yang masih banyak dijumpai di dasar Luweng Ombo yang membentuk sebuah bukit kecil.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa Luweng Ombo awalnya bukanlah gua vertikal, melainkan sebuah gua horisontal atau sungai bawah tanah yang mengalami Collapse Sink. Hal ini diperkuat dengan adanya lorong-lorong horizontal yang salah satunya sudah dieksplorasi sepanjang lebih dari satu kilometer. Tetapi karena masuk guanya harus turun puluhan bahkan mencapai 120 meter di titik terdalam, Gua Luweng Ombo lebih dikenal sebagai gua vertikal. Sedangkan dari sisi geologi, gua Luweng Ombo terbentuk dari pengangkatan batu gamping dari dasar laut sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Berdasarkan keunikan geologinya ini Luweng ombo tercatat sebagai salah satu geosite dari Geopark Gunung sewu area Pacitan.

 

Untuk masuk ke Luweng Ombo, tentunya harus menggunakan peralatan khusus. Selain itu juga harus didukung dengan penguasaan ilmu dan teknik penelusuran gua vertikal. Dari beberapa ekspedisi yang pernah ke dasar Luweng ombo, untuk turun sampai dasar menggunakan peralatan SRT (single Rope Technique) membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Sedangkan untuk naiknya lebih berat lagi, karena bisa sampai satu jam lebih bahkan ada yang pernah sampai 4 jam.

Gua Luweng Ombo Pacitan memang bukanlah obyek wisata untuk umum karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Tetapi justru inilah daya tarik utamanya, terutama bagi kalangan peneliti, ilmuwan, penelusur gua, pecinta alam maupun penggiat high risk activity lainnya. Dan tentunya dalam kegiatan penelusuran gua tidak boleh dilupakan 3 hal, take nothing but pictures, leave nothing but footprints, dan kill nothing but time (tidak mengambil sesuatupun kecuali gambar/foto, tidak meninggalkan sesuatupun kecuali jejak kaki, dan tidak membunuh apapun kecuali waktu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*